Tembakau Garangan Produk Unggulan – Aliansi Petani Indonesia

    Para Petani yang tergabung dalam Paguyuban Petani Gunung Sumbing (PPGS) Wonosobo, melaksanakan kegiatan Temu Organisasi Tani Lokal (OTL) dan Dialog Kebijakan dengan tema “Ikhtiyar Mendorong  Arah Kebijakan Lokal dalam Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Petani”. Para petani yang secara umum menanam petani  tembakau dan sayur mayur terlibat aktif dan antusias dalam proses dialog ini.

    Hadir dalam pertemuan ini perwakilan dari Dinas Pertanian, Dinas Kehutanan, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kabag Perekonomian Pemkab Wonosobo, Anggota DPRD ( Fraksi PKB, PPP dan Gerindra) dan Pengurus Nasional Aliansi Petani Indonesia (API). Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 23 Januari 2013 di Sekretariat PPGS, Dusun Bakalan, Kalikajar, Wonosobo.

    Salah satu permasalahan utama yang dibahas di pertemuan ini adalah adanya kebijakan pemerintah pusat yang berpotensi merugikan petani tembakau khususnya di Wonosobo. Para petani mengusulkan agar produk mereka yang berupa Tembakau Garangan dijadikan produk unggulan di Wonosobo. Ketua PPGS, Fuad Bahari mengatakan, “Jika tembakau Garangan dikembangkan, maka ini akan menjadi alternatif atas berbagai produk kebijakan pemerintah pusat yang kurang mendukung petani tembakau seperti yang tercantum dalam UU Kesehatan”.

    Lebih Lanjut M Fadlil Kirom dari Pengurus Nasional API mengatakan : “begitu kompleksnya permasalan petani hari ini sehingga diperlukan peran para pihak dalam hal ini pemerintah daerah Kabupaten Wonosobo dalam upaya melindungi hak-hak dasar petani, mulai dari hak atas tanah, benih hingga akses pasar”.

    Perwakilan Anggota DPRD II, Kabag Perekonomian dan Dinas Pertanian menerima secara positif usulan para petani anggota PPGS. Mereka berjanji dalam waktu dekat akan mendiskusikan hal ini, mengingat pendapatan daerah dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) di Wonosobo lumayan besar dan adanya keinginan dari Fraksi-Fraksi yang hadir untuk membahas permintaan para petani di Sidang DPRD II Wonosobo.

    Read More »

    Branding dan Packaging produk pertanian – Aliansi Petani Indonesia

    API-Jakarta, April 2015: Aliansi Petani Indonesia bersama mitra-mitra Veco dari sejumlah daerah telah mengikuti pelatihan bersama, yaitu “Loka Latih tentang Branding dan Packaging” di Jakarta, pada 28-29 April 2015 tepatnya di Kebagusan Guest House Jakarta-selatan.

    Merek produk atau organisasi adalah nama, kata, logo, slogan, tanda, simbol ataupun disain dan kombinasi di antaranya, yang ditujukan untuk pengenalan produk atau jasa. Upaya membagun merek/nama tersebut dikenal dengan branding yang dilakukan melalui upaya promosi identitas merek/nama dengan tujuan untuk membantu ataupun mempermudah konsumen/public membedakannya dengan produk sejenis yang dikeluarkan oleh produsen lain. Lebih ideal lagi, ini merupakan proses adalah membangun kepercayaan.

    Demikian juga halnya dengan organisasi, branding menjadi sangat penting di tengah dinamisnya situasi politik dan arus informasi yang demikian deras. Banyak organisasi yang serius membangun brand-nya demi meraih kepercayaan masyarakat dan keberlanjutannya. Ada yang membangun diri sebagai organisasi advokasi, ada yang ingin dianggap sebagai think-thank, ada juga yang ingin diposisikan sebagai penjaga alam, dan seterusnya. Sampai pertengahan tahun 1990-an pengelolaan merek berdasarkan 4P (product, place, price and promotion) yang bertujuan untuk merekayasa nilai tambah dari 1 merek. Sedangkan gagasan dari branding organisasisudah terbangun sejak awal dan berimplikasi sampai sektor publik. 

    Demikian juga untuk organisasi yang bekerja di sektor publik, seperti LSM, pengemasan (packaging) baik isu maupun produknya harus menjadi pertimbangan utama. Karena kalau tidak, maka isu dan produknya sulit memasuki ruang publik, apalagi dipilih dan digunakan dengan loyal. Dalam memperebutkan ruang publik dan perhatian masyarakat, bagi pembuat kebijakan dan para pihak yang terkait.

    Sebagai kelompok masyarakat yang memiliki kepentingan untuk menyebarkan gagasan  pangan sehat dan menyediakannya kepada konsumen, menjadi penting bagi mitra-mitra VECO Indonesia untuk memahami berbagai  isu yang terkait dengan branding dan packaging, baik pesan maupun produk.

     Semua hal ini membutuhkan ketrampilan dan kepekaan dalam “membaca” dan memahaminya situasi dan kondisi yang ada, serta kreatif dalam membangun brand dan mengemasnya. Untuk itu Perkumpulan Indonesia Berseru dan VECO Indonesia menginisiasi workshop  tentang Branding dan Packaging untuk mengoptimalkan kerja-kerja kampanye bersama.

     

     

    Read More »