Reforma Agraria Jokowi Dinilai Tumpul Berantas Ketimpangan – Aliansi Petani Indonesia


Sementara, khusus bagi kalangan petani, rata-rata kepemilikan lahan petani di pedesaan kurang dari 0,5 hektar. Bahkan, cenderung tidak berlahan karena sebagian besar menjadi objek investasi dan bisnis pemerintah dan swasta. 

Dampaknya, tingkat kemiskinan di pedesaan meningkat, ditandai dengan jumlah penduduk miskin yang mencapai 17,1 juta penduduk pada Maret 2017 lalu. 

Selain itu, tumpulnya reforma agraria dalam memecahkan ketimpangan, juga terlihat dari kian suburnya konflik perebutan lahan antara masyarakat dengan korporasi raksasa. “Perampasan dan kriminalisasi petani justru semakin marak terjadi,” kata Dewi. 

Tercatat, sedikitnya ada 702 konflik agraria di atas lahan seluas 1,66 juta hektar yang mengorbankan sekitar 195 ribu kepala keluarga (KK) petani dalam kurun waktu 2015-2016. 

“Dalam kurun waktu itu, sedikitnya 455 petani dikriminalisasi dan ditahan, 229 petani mengalami kekerasan dan ditembak, serta 18 orang tewas,” imbuhnya.