Pesan Solidaritas dari Wakil-wakil Masyarakat Dunia – Aliansi Petani Indonesia


 

“Di seluruh dunia, petani, produsen kecil terus menanam dan mendistribusikan pangan sehat di masyarakat mereka dan memberi pangan kepada dunia,” ujar Zainal Arifin Fuad, perwakilan delegasi La Via Campesina dalam pidatonya. La Via Campesina (LVC) adalah gerakan petani keluarga, masyarakat asli, nelayan, dan produsen pangan skala kecil di tingkat dunia. “Mereka adalah petani-petani keluarga yang menyediakan pangan bagi 75 persen penduduk dunia. Oleh karena itu, peringatan Tahun Internasional Pertanian Keluarga penting bagi kami untuk meningkatkan perhatian dunia kepada sektor penting ini”.

Pertanian Keluarga ini sangat berseberangan dengan pertanian industri pangan komersial yang mengutamakan pada keuntungan dan spekulasi, serta menerapkan strategi yang membuat pertanian semakin tergantung pada input-input beracun yang dikendalikan oleh perusahaan-perusahaan. Keadaan itu justru makin meningkatkan keuntungan dari penjualan bahan kimia dan input yang menyebabkan perusakan sumber daya alam dan produksi pangan yang dihasilkan oleh petani kecil dan pertanian keluarga.

“Kita telah menyaksikan krisis pangan yang parah yang membawa perhatian kepada produksi pangan berbasis petani kecil dan penghapusan kelaparan di dalam agenda PBB,” ujar Zainal yang juga berasal dari Serikat Petani Indonesia (SPI). “PBB telah mengakui peran penting petani baik perempuan maupun laki-laki dalam tugas sulit ini”.

Krisis Agraria Mendera Petani Kecil di Seluruh Dunia

Kasus bunuh diri petani-petani keluarga dari seluruh dunia semenjak tahun 1995 hingga hari ini tercatat disebabkan oleh parahnya krisis agraria. Di India, negeri ini menjadi kuburan besar bagi 300.000 petani yang terpaksa mengakhiri hidup mereka akibat meningkatnya cengkeraman industri yang mengendalikan sektor pertanian India dan menghancurkan pasar dengan bantuan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan Kesepakatan Perdagangan Bebas (FTA) serta diperburuk oleh ketiadaan perlindungan negara kepada pertanian keluarga. Selain itu, pencaplokan lahan di India dan bentuk-bentuk lain alih lahan di seluruh dunia seperti di Afrika dan Amerika Selatan untuk tujuan industri pertanian membuat jutaan petani tuna kisma dan matapencaharian mereka terancam.
Sementara di Thailand yang berada di bawah kekuasaan militer, masyarakat asli dan penduduk yang tinggal di hutan terus terancam tersingkir. Upaya-upaya penyingkiran mereka harus dihentikan, hutan harus dibebaskan dari perusahaan dan industri. Dan masih banyak kriminalisasi yang dialami oleh petani di seluruh dunia menyusul konflik tanah antara petani dengan investor dan perusahaan-perusahaan transnasional.

Oleh karena itu LVC mendorong keterlibatan lembaga-lembaga internasional, pemerintah nasional, masyarakat sipil untuk menerapkan kebijakan yang memperkuat dan mendukung pertanian keluarga. Kebijakan tersebut antara lain:
• Akses dan kendali petani dan produsen pangan skala kecil atas sumber-sumber produktif seperti tanah, air, benih, dan keuangan
• Reforma Agraria Menyeluruh, termasuk demokratisasi tanah, penciptaan lapangan kerja, perumahan, produksi pangan. Reforma Agraria ini tidak hanya terbatas pada pendistribusian tanah, tetapi juga meliputi hak atas tanah yang mengakui hak-hak masyarakat asli atas wilayah mereka, yang menjamin akses komunitas nelayan dan penguasaan atas ekosistem dan perikanan, yang mengakui hak dan penguasaan atas jalur migrasi ternak dan padang penggembalaan.
• Menghentikan diskriminasi atas perempuan petani dan perempuan buruh di pertanian, berupa kesetaraan hak mereka dengan laki-laki.
• Mendukung akses pemuda untuk bertani (akses tanah, kredit, program pelatihan agroekologi)
• Mengutamakan sistem pangan dan pasar lokal serta stabilisasi pasar untuk harga yang adil bagi petani dan konsumen, pengendalian impor, pengadaan barang publik, cadangan dan distribusi pangan rakyat.
• Pengakuan atas hak petani dan produsen kecil, serta perlindungan petani terhadap produksi yang didorong perusahaan, perampasan tanah, dan produksi bahan bakar dari pertanian (agrofuel) skala besar.
• Metode-metode produksi agroekologi berbasis petani yang penting dalam pemanfaatan sumberdaya lokal dan sumbangan terhadap pemecahan masalah krisis perubahan iklim.