Api & TWN Gelar Southeast Asian Agroecology Course – Aliansi Petani Indonesia


Tantangan dan trend dalam ketahanan pangan dan perubahan iklim sangat besar, dan agroekologi semakin diakui sebagai masa depan. Agroekologi yang menggunakan konsep ekologi dan prinsip untuk mendesain dan mengelola sistem pertanian berkelanjutan telah terbukti mampu meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan, dan memiliki potensi jauh lebih besar dalam mengatasi kelaparan, terutama pada masa ekonomi dan iklim yang tidak menentu.

Menyadari perlunya pengembangan kapasitas dalam agroekologi di kawasan ini, TWN and API akan mengadakan pelatihan untuk melengkapi aktor-aktor kunci dengan pemahaman yang komprehensive mengenai agroekologi, prinsip-prinsip dan bukti-bukti yang ada. Hadir sebagai narasumbernya adalah Profesor Miguel Altieri dan Dr. Clara Nicholls, dari University of California, Berkeley, Amerika Serikat. Mereka dikenal sebagai pionir dan ahli dalam agroekologi serta telah mempublikasikan banyak tulisannya berkaitan dengan hal tersebut.

Pelatihan akan mencakup tema-tema seperti berikut ini:

  • Agroekologi dan planet pangan, energy, ekonomi dan krisis social (Agroecology and the planetary food, energy, economic and social crisis)
  • Prinsip dan konsep agroekologi: basis ilmiah (Principles and concepts of agroecology: the scientific basis)
  • Peranan agroekologi dalam keragaman di agro ekosistem (The ecological role of biodiversity in agroecosystems)
  • Keragaman hayati dan manajemen hama (Biodiversity and insect pest management)
  • Ekologi dan manajemen tanah (Soil ecology and management)
  • Kerangka ekologi dalam penyakit dan hama tanaman (Ecological basis of disease and weed management)
  • Alasan-alasan ekologi untuk mengkonversi ke pertanian organik (Agroecological basis for the conversion to organic farming)
  • Agroekologi, perkembangan pertanian skala kecil dan kedaulatan pangan (Agroecology, small farm development and food sovereignty)
  • Agroekologi dan ketahanan pada perubahan iklim (Agroecology and resiliency to climate change)

Pelatihan bertema Southeast Asian Agroecology Training Course yang rencananya digelar di Solo pada 5-9 Mei tersebut juga akan dilengkapi dengan kunjungan ke lapangan yang rencananya akan mengambil tempat di salah satu anggota Api di Boyolali (APPOLI-Aliansi Petani Padi Organik Boyolali) untuk melihat pertanian agroekologi. Pelatihan ini akan diikuti oleh peserta yang bekerja dalam isu terkait agroekologi sebanyak sekitar 46 orang, 18 diantaranya adalah dari beberapa Negara-negara Asia Tenggara.